Modifikasi Vixion Minimalis

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Sodara ku semua dari kiri ke kanan, dari atas ke bawah, dari barat ke timur dari utara ke selatan dan di belahan dunia manapun.
Sudah lama rasanya semenjak saya lulus kuliah (cieehh udah jadi sarjana nih..🙂 ) saya sudah tidak lagi membuka blog ini, sampai akhirnya hari ini saya memutuskan untuk kembali mengisi waktu luang dengan menulis blog (sambil ngabuburit, ini kan hari pertama bulan puasa Ramadhan).

Tapi saya bingung juga mau ngeposting apaan yah? akhirnya setelah mencari referensi sana sini, liat-liat foto dan baca-baca blog orang, dengan ini saya memutuskan untuk menulis seputar hoby baru saya yaitu “Modifikasi motor”. Memang sih saya masih newbie dalam hal modifikasi motor, karena dari pertama di belikan motor oleh orang tua (waktu itu kelas 3 SMP) sampai saya kuliah,saya tidak berani mengotak-atik motor (Maklum motor di beli pake duit ortu jadi kalo di apa-apain entar ortu bisa ngamuk deh). Namun pada akhirnya setelah saya bisa beli motor sendiri (yah walaupun masih di tambah-tambahin sama ortu dikit) saya berani untuk melakukan perubahan (baca: modif/ modifikasi) pada motor saya. Oh iya motor yang saya modifikasi adalah motor Vixion kelahiran 2011 akhir. Saya yakin banyak sekali para raider yang sudah memodifikasi motor keluaran garpu tala ini, mulai dari aliran ceper, racing/ sort fairing, street fighter, touring, thailand racing look (biasanya pake ban kecil kalau di matic), trail, minor faighter, cafe racer, dan lain sebagainya.
Baca lebih lanjut

Apa itu Jazz ????

Apa itu Music Jazz

Musik Jazz mungkin memang tidak begitu populer di negeri tercinta Indonesia ini. Entah kenapa alasannya anda bisa menjawabnya sendiri. Kebanyakan produser dari perusahaan rekaman mencari jenis musik yang umum di masyarakat. Karena yang mereka cari bukan skill dari musik itu, melainkan “yang penting enak di dengar, dan laku”. Sehingga kebanyakan band atau musisi musisi jazz lebih mengambil jalur indie.

Tapi para Jazz lovers tidak usah kecewa, masih ada juga band atau penyanyi yang berhasil bertahan dan bersaing di jalur Major seperti Maliq, Ecoutez, Tompi, dll. dan ada juga acara tahunan seperti Java Jazz Festival.

Apakah kamu semua tahu bahwa musik Jazz itu banyak Jenisnya? Nah berikut saya akan memberikan informasi seputar jenis-jenis aliran Jazz sesuai perkembangan zaman yang saya ambil dari beberapa sumber. Selamat menyimak semoga bermanfaat.

Jazz adalah jenis musik yang tumbuh dari penggabungan blues, ragtime, dan musik Eropa, terutama musik band. Beberapa subgenre jazz adalah Dixieland, swing, bebop, hard bop, cool jazz, free jazz, jazz fusion, smooth jazz, dan CafJazz.

1. Dixieland

Dixieland atau Jazz New Orleans adalah suatu genre musik jazz. Sering disebut sebagai Early Jazz (Jazz Awal), karakter genre ini adalah memakai improvisasi kolektif serta permainannya yang emosional. Aransemen tertulis masih tidak terlalu diperlukan karena jumlah pemainnya hanya sedikit, berkisar 6-10 orang.

Ciri-ciri umum :

1. Bermain sebagai Big Band yang disederhanakan, dengan pemain alat tiup sebagai bintangnya.
2. Musisinya bermain dengan gaya swing 2/4 (Dixie), dengan sentuhan drummer yang tidak kasar, dan cenderung hanya sebagai penjaga tempo dan bentuk ritme saja.
3. Alat2 yang menjadi favorit para musisinya yaiti clarinet, trumpet, piano, gitar dan banjo.
4. Improvisasi minimal di setiap alat tiup yang lebih mirip unison dan bukan polifoni.
5. Mendapat pengaruh besar dari komposisi-komposisi rag time.

Musisi: Buddy Bolden (kornet), Nick Laroca (trumpet), Jelly Roll Morton (piano), Warren Dodds (drum) yang disebut-sebut sebagai penggagas patokan bermain swing, The Original Dixieland Jazz band. Tony Sbarbaro, Papa joe jones (drum), King Oliver and the creole jazz band, dan Louis Amstrong (trumpet).

Komposisi acuan: Louis Armstrong dan Earl Hines,”Weather bird rag”

2. Swing Jazz

Pukulan “Swing” adalah istilah yang hanya populer di Indonesia, sebetulnya istilah yang diakui secara internasional adalah Long hook yang dipopulerkan oleh Muhammad Ali.

swing adalah salah satu aliran musik jazz yang dikembangkan pada awal tahun 1930-an yang mana pada tahun 1935 menjadi aliran tersendiri dengan format musik melodi romantis dengan alat musik gesek.

Ciri-ciri Umum :

1. Era kebesaran big band dan jazz orchestra.
2. Lagu2 jazz pada masa ini menjadi begitu populer sehingga dapat dikatakan sebagai lagu populer pada saat itu.
3. Formasi alat tiup band swing pada masa ini umumnya terdiri dari dua alto, satu tenor, dan satu baritone saxophone, 2 trumpet, dan pemain clarinet sebagai tambahan.
4. Para drummer lebih aktif dalam aransemen, menjembatani antar bagian, sambil menciptakan kehebohan (Buddy Rich atau Jimmy Payne).
5. Permainan yang cenderung solois berkembang di era ini.
6. Komposisi-komposisinya seringkali menjadi soundtrack film televisi maupun layar lebar.

Musisi: Buddy Rich, Gene Krupa, Louis Bellson, Shelly mayne, Jimmy Payne, Ed Saughnessy, Harold Jones(Drum). Benny Goodman, Woody herman, Tommy Dorsey, Count Basie (orchestra).

Komposisi acuan: Count Basie “Whirly Bird”.

3. Bepop

Be-Bop Berasal dari masa perang dunia II. Awalnya diangap sebagai penghinaan musikal atau skandal karena disebut-sebut sebagai hasil karya musisi-musisi aneh.

Bebop Menurut beberapa sumber yang relevan, Bop adalah sebuah type dari breakdance, yang dibuat oleh Keneth Bob Mill’s. Bop dansa bentuk baru, mengkombinasikan pergerakan lengan/tangan yang smooth (ex “robot”) dan koordinsi yang skillfully dengan gerakan kaki.

Bebop Kisaran: 1940-50 “Secara teknis, bebop berkarakter tempo cepat, harmoni komplex, melodiyang penuh perubahan, dan rhythm sections yang laid down a steady beat only on the bass and the drummer’s ride cymbal. Bebop tunes were often labyrinthine, full of surprising twists and turns. All these factors – plus the predominance of small combos in bebop – set the music apart from the Swing bands of the 1930s.” – from David H. Rosenthal’s book, Hard Bop, published by Oxford Paperbacks, New York, 1992 And coming out of bebop, with the assistance of Miles Davis, and a few other cats, came Cool, and, following closely on its heels and borrowing the suffix, Hard Bop.

Bassists Ray Brown, Charles Mingus Composers Tadd Dameron Drummers Art Blakey, Max Roach, and Kenny Clarke Pianists Thelonious Monk and Bud Powell Saxophonists Charlie Parker, Jackie McLean, Sonny Stitt, and Dexter Gordon Trombonists J.J. Johnston Trumpeters “Dizzy” Gillespie, Fats Navarro, Miles Davis, and Kenny Dorham

Karena bebop membutuhkan teknik permainan yang tinggi, di Indonesia tercatat hanya Bubi, musisi yang piawai memainkan aliran ini.

Pada akhir tahun 30-an, Swing telah menjadi bisnis hiburan yang besar dan merupakan bisnis musik yang paling bagus pada saat itu sampai dijuluki “greatest music of all time”. Kata “Swing” menjadi daya tarik penjualan yang bagus dan dikaitkan untuk penjualan produk-produk dari rokok sampai pakaian wanita, dan jika musik sudah disesuaikan untuk permintaan komersial seringkali menjadi suatu persoalan klise yang tidak ada habisnya.

Dalam jazz seringkali ketika suatu gaya atau cara bermainnya menjadi komersial, perkembangannya malahan akan sebaliknya karena ada beberapa grup musisi yang menginginkan menemukan sesuatu yang baru dan hal inilah yang terjadi pada waktu itu dan merupakan reaksi perlawanan dari gaya mode Swing yang merebak pada waktu itu.

Perkembangan musik baru ini (yang mendorong pertama kali) berasal dari Kansas City dan sebagian besar musisi-musisi tersebut berdiam di Harlem (terutama di tempat yang disebut Minton’s Playhouse) dan sekali lagi dimulailah suatu era baru. Pada waktu itu memang musik baru tidak berkembang dan tidak ditemukan suatu kreasi baru dalam band-band yang bermain, hal ini disebabkan karena para penganut gaya lama hanya membuat atau menulis lagu-lagu untuk musik Swing yang komersial, dan gaya yang baru hanya dibentuk oleh para pemainnya secara sendiri-sendiri yang dengan suatu upaya kesadaran penuh berusaha membuat sesuatu yang baru tetapi itupan baru pada permainan-permainan individu instrumen mereka dan belum memengaruhi gaya musik grup bandnya secara keseluruhan.

Tetapi di Minton’s Playhouse ini para musisinya berkumpul dan menciptakan suatu gaya musik baru atau yang mereka nyatakan sebagai modern jazz (pada waktu itu) dan Minton’s akhirnya menjadi suatu titik sentral yang penting dalam perkembangan gaya baru tersebut seperti halnya New Orleans pada era sebelumnya.

Dan gaya yang baru ini akhirnya dinamakan Bebop, kata tersebut rupanya untuk mencerminkan suatu bunyi atau suara dari interval musik yang indah yaitu : Flatted Fifth. Istilah ini seperti pernah diterangkan oleh Dizzy Gilliespie seorang trumpeter yang juga merupakan salah satu exponen penting dalam era bebop ini bahwa “bebop” merupakan sesuatu tentang ekspresi jazz dan orang sudah dikatakan memainkan bebop pada saat dia bermain dan secara spontan pemain tersebut atau para musisinya melakukan atau “menyanyikan” suatu loncatan melodi (“melodic leaps”).

Flatted fifth menjadi suatu interval yang sangat penting pada bebop, atau kemudian disebut bop. Sampai kemudian, hal tersebut (flatted fifth) dianggap sesuatu suara yang “salah”, meskipun hal tersebut digunakan dalam passing chord untuk menghasilkan efek harmoni tertentu, dan hal ini sebetulnya pernah dilakukan oleh Duke Ellington dan Willie “The Lion” Smith pada sekitar akhir tahun 20- an. Tetapi sekarang hal tersebut merupakan suatu karakteristik gaya yang menyatu, seperti harmoni dasar yang dekat dengan bentuk-bentuk awal jazz yang diperluas secara konstan.Kalau kita amati selama 10 hingga 12 tahun flatted fifth telah menjadi seperti “blue note” pada era sebelumnya.

Minton Place’s merupakan tempat bertemunya beberapa musisi penting seperti Thelonious Monk, piano; Kenny Clarke, drums; Charlie Christian, piano; Peniup Trumpet, Dizzy Gilespie dan Pemain Sax Alto, Charlie Parker. Kemudian pada akhirnya muncullah orang-orang yang benar-benar jenius pada modern jazz seperti Louis Armstrong yang juga dikenal sebagai tokoh jenius jazz tradisional pada masanya.

Salah satu musisi yaitu Charlie Christian, yang tidak hanya sebagai pelopor jazz modern, namun juga banyak memberikan sentuhan dari era Swing yang kemudian berujung menjadi sebuah landasan di dalam pengembangannya. Dimana hal tersebut memberikan sebuah jembatan penghubung antara swing dengan bebop yang melahirkan orang-orang yang kampiun di dalam memainkan bebop. Di antara orang-orang yang melakukan seperti hal tersebut adalah Clyde Hart, pianis; Trumpetist, Roy Eldrige; Lester Young, Tenors; Jimmy Blanton, bassist; Drummers, Jo Jones dan Dave Tough serta Gitarist Charlie Christian.

Bagi pendengar pada era sekarang bebop memiliki ciri khas yang dirasakan sebagai ungkapan kegelisahan dan kadang-kadang terdengar melodi yang terpotong-potong dan dimainkan dalam tempo cepat. Setiap note yang tidak penting ditiadakan. Dan permainan memerlukan suatu keseriusan yang tinggi. Seorang musisi bebop mengungkapkan “Everything that is obvious is excluded”. Jadi hal ini merupakan cara atau teknik permainan yang cepat yang dapat dianalogikan seperti kita menulis stenografi yaitu cara menulis yang memberikan kesan terburu-buru.

Pada saat mereka bermain bersama, ada suatu kerangka dasar yang selalu dilakukan yaitu berimprovisasi. Dan mereka kerap kali melakukan improvisasi secara serentak. Contohnya yang dilakukan oleh 2 orang pemain horn yaitu trumpeter Dizzy Gillespie dan Saxophonist Charlie Parker yang dianggap sebagai orang-orang jenius dalam era bebop ini.

Pola penyesuaian yang biasanya dilakukan oleh musisi sebelum melakukan improvisasi adalah memperkenalkan suatu bunyi baru dan itu memunculkan suatu sikap/pandangan baru. Dalam psikologi musik dikenal suatu penyesuaian contohnya sebuah karya Bethoven “Ode to Joy” dan awal dari motif utama dari bagian pertama dari Symphony Bethoven nomer Sembilan hingga musik Bedouin North Afrika dan paduan suara dari daerah Arab. Dibawah pengaruh dari avant garde bop sound, ada banyak musisi jazz yang tidak mengetahui apa yang dapat membuat hal ini sebagai bahagian dari evolusi sebuah musik.

Ciri-ciri :

1. Band be bop adalah unit-unit kecil yang disebut kombo.
2. Pemain-pemainnya seringkali memainkan satu nada secara bersamaan.
3. Bukan untuk dikonsumsi pasar lagu pop.
4. Musisi-musisinya biasanya bermainmain dengan lagu pop
5. Kehebatan, kecepatan dan kekuatan para pemainnya membuat be bop terkesan liar dan berbeda.

Musisi: Charlie Parker, Sony Rollins, John Coltrane (Saxophone), dizzy Gilespie (trumpet), Bud Powell, Oscar Peterson, Thelonious monk(piano). Max Roach, Kenny Clarke, Elvin Jones, Phily Joe Jones, Tony Williams, Jack De Johnette (drum). Ray Brown, Ron Carter (bass)

Komposisi acuan: John Coltrane “Impression”

4. Hard pop

Hard pop adalah perluasan dari be bop music. Musik ini dipengaruhi oleh R&B, Gospel, dan Blues yang pada saat itu sedang digemari. Terkadang Hard Bop juga diidentifikasi sebagai Funky Hard Bop.

Dalam masa ini muncul bintang-bintang baru organ seperti Shirley Scott dan Big John Patton. Selain Funk, Hard Bop juga dipengaruhi oleh musik soul (James Brown) dan perkembangan ritmik latin.

Musisi: Shirley Scott, Jimmy Smith, Big John Payton (organ), Jimmy Forest (Saxophone), Ray Charles (piano dan vocal), Art Blakey (drum). Horace Silver (piano).

Komposisi acuan: Art Blackey “a night in Tunisia”

5. Cool jazz

Cool jazz adalah gaya jazz yang menyenangkan dan mengalir juga ditandai dengan struktur harmoni yang berkelok-kelok dan sering kali agak ketinggalan dari beatnya. Merupakan jenis jazz yang diremehkan dan sukar dipahami dan menggabungkan elemen musik klasik.

Sering disebut ”West Coast jazz” (jazz gaya pantai barat Amerika). Sering juga dikenal sebagai invalid tipe jazz yang banyak berkembang dibagian pantai barat Amerika Serikat. Utamanya dipraktekkan oleh musisi di Los Angeles meskipun begitu, populer dan dimainkan oleh musisi sampai California. sering disebut cool jazz.

Cool jazz adalah tipe jazz yang diremehkan dan sangat halus. The Claude Thornhill Orchestra dan Lennie Tristano yang awalnya membuat rekaman cool jazz diakhir 1940an. Lagu dari Thornhill yang paling dikenal adalah “Snowfall” bahkan sering dimainkan sampai hari ini.

Meskipun Miles Davis awalnya muncul diera album bebop Charlie Parker sesi pentingnya sebagai pentolan adalah The Birth Of The Cool. Semua album yang berisikan apapun dari grup ini masih bisa didapatkan. Gaya dari cool jazz dapat dijelaskan sebagai reaksi atas tempo yang cepat dan melodi yang komplek harmoni, dan ide rhythmic dari bebop . Ide ini banyak ditampilkan oleh musisi west coast dan gaya ini akhirnya disebut West Coast jazz.

Lester Young yang tampil dan besar diera swing dan Miles Davis yang tampil diera bop,berperan penting atas tumbuhnya gaya cool. Young mengontribusikan suara yang relaxe dan gaya dari permainannya Davis bersama Gil Evans memimpin terciptanya rekaman dari album “Birth of the Cool” menandai lahirnya era cool ini, meskipun album pertama dirilis di New York banyak grup cool muncul disekitaran Los Angeles dan personilnya mantan anggota band dari Stan Kenton.

Ditahun 40an banyak jenis musik yang berkembang secara simultan. Cool jazz berkembang diakhir 1940an bersamaan dengan perkembangan Bebop dan tetap popular sampai beberapa dekade. Cool jazz lebih halus, sepi(muted), moody, dan lebih terpola(restrained) dibanding bebop dan mungkin mendapat pengaruh harmoni dari komposer music abad 19 seperti Stravinsky dan Debussy .

Gaya musik ini umumnya lebih relaxed daripada bebop.

Cool jazz mengikuti bop tetapi secara keseluruhan berbeda pada moodnya pada pendekatan ke arransemen dan juga pemilihan alat-alatnya. Di era ini yang dimulai pada tahun 1947 banyak alat yang tidak umum digunakan dalam musik Jazz mulai digunakan Suara instrument yang amat lembut unamplified, menbuat mood jadi berbeda dari sebelumnya.

Bentukan suara dari Cool paling mudah untuk disimak dari pemain seperti Paul Desmond-alto saxophone Chet Baker-trumpet, dan George Shearing-piano. Pemain pemain ini menampilkan semua gaya suara yang relaks dan gaya yang sesuai dengan cool .

Dua yang amat penting kontribusinya pada gaya cool jazz adalah pemain trompet (trumpeter) Miles Davis serta pianis, pentolan band dan komposer-pengaransir Gil Evans.

Pemain seperti Gerry Mulligan, Shelly Manne, dan Stan Getz sering diasosiasikan dengan “West Coast” style. Menyimak gaya Young di”Lester Leaps In” dan Davis di”Boplicity” dapat dijadikan contoh untuk gaya cool. Juga menyimak Miles Davis di “Summertime” dapat didengar gaya arransemen Gil Evans yang sangat indah.

Stan Getz juga dikenal juga turut memopulerkan gaya Brazilia seperti bossanova dan samba. Gaya ini dan gaya lain dari Amerika Latin seringkali dikenal sebagai latin jazz.

Lahir karena pergerakan penentangan terhadap agresifitas Be-bop, musisi seperti Stan Getz atau Lester young, menampilkan sound yang lembut dengan tatanan aransemen yang rapi tetapi tetap dengan improvisasi. Di sini lagu-lagu jazz kembali menjadi pilihan sebagai lagu populer.

Musisi : Stan Getz, Bud Shank, Gerry Mulligan(Saxophone) Miles davis, Chet Baker (trumpet), Billy Bauer (gitar), Lenny tristano, Dave Brubeck (Piano), Red Mitchell (bass), Larry Bunker (drum), Modern jazz Quartet. Nat King Cole, Billy Holiday, Ella Fitsgerald, Frank Sinatra (Vokal)

Komposisi acuan: Modern jazz quartet “Djanggo”

6. Free Jazz

Muncul pada akhir 1950-an dan berkembang sepenuhnya pada tahun 1960-an. Musik ini tidak tertarik pada kemajuan harmonic dan, pada puncaknya, membuat ritme tidak dapat ditangkap para pendengar. Corak free jazz begitu beragam. Terkadang keras dan bertubi2 seperti musick rock, kadang juga lembut dan penuh nuansa seperti musik kamar.

Musisi: Ornette Coleman, John Coltrane, Albert Ayler(sax), Cecil Taylor (piano), Sun ra, Jimmy Giuffre. Bill Dixon (trumpet). Shanon Jackson, Denardo Coleman, Tony Williams (drum), Richard Davis, Albert Arnold (bass).

Komposisi Acuan: Ornette Coleman “Free Jazz”

7. Jazz fusion (Jazz rock)

Fusion jazz memang identik dengan bantuan teknologi canggih seperti MIDI. Fusion adalah cabang dari jazz mainstream yang didalamnya sudah dicampur rock dan funk.

Mengacu pada namanya, Jazz Rock atau Fusion adalah tipe Jazz yang musisinya dalam mengapresiasikan sampai melewati batas sampai kedaerah Rock ataupun jenis musik lain. Fusion mengkombinasikan kebiasan-kebiasaan & energi dari musik Rock dengan harmonisasi yang sempurna dan kebebasan improvisasi Jazz.

Jazz Rock fusion berbeda dari konvensional Jazz dibeberapa aspek. Pemakaian Rhythm yang lebih kaku dan sedikit menggoyang perasaan. Dibeberapa bagian artis tambahan memainlain suatu yg berseberangan, dengan pengembangan rhythmic dan bentuk rhythmic yg tidak standar yang ditumpukan pada ekspresi.

Penggunaan alat electric/electronic seperti gitar electrik, bass electric dan synthesizer sering menggantikan alat musik tradisional jazz seperti saxophone, trumpet dan bass betot.

Pertama kali diperkenalkan oleh musisi-musisi muda yang kebanyakan belum punya nama di dunia jazz di akhir 1960an. Dipengaruhi banyak irama rock, funk, dan latin yang tertata. Dalm perkembangannya, Jazz rock (fusion) lebih mengarah pada musik pop instrumental yang disebut sebagai straight a head jazz.

Musisi: Free Spirit band, Mahavishnu Orchestra, Yellow Jackets,Spyro Gyra, Rippingtons. Chick Corea (piano, keyboard), David Sanborn, Grover Whasington (sax), Miles Davis (trumpet), Herbie Hancock (piano), George Benson (gitar, vocal). Steve Gadd, Harvey Mason, Gerry Brown, Lenny White, Will Kennedy, Rick Marotta, Michael Saphiro (Drum). Marcus Miller (bass)

Komposisi acuan: David sanborn “Chicago song”

8. Smooth jazz

Smooth jazz adalah salah satu bentuk jazz, sering kali percampuran dengan R&B. Smooth jazz berkembang sebagai bagian dari bentuk jazz fusion, dan cenderung memberi tekanan pada melody dibanding kepada improvisasi. CTI Records milik Creed Taylor bagian yang amat penting diperkembangan bentuk ini dipertengahan 1970. Wes Montgomery membuat beberapa buah rekaman instrumental dari sejumlah lagu pop yang terkenal yang tidak banyak diminati penikmat Pop dibanding jazz fan; hasil perusahaan rekaman ini sering tidak dianggap sebagai album smooth jazz yang penting.

Jazz fan memandang smooth jazz dengan sebelah mata, atau bahkan menganggapnya bukan jazz sama sekali, tapi beberapa yang lain menolak pandangan tersebut, seperti musisi yang dihormati Pat Metheny, David Sanborn, Marcus Miller dan yang lainnya sering diklasifikasikan sebagai “smooth jazz,” begitu juga bagian dari mereka mampu menampilka bermacam macam gaya.

Smooth jazz sebuah terminologi yang kontroversial, merupakan bentuk dari musik. Sebahagian pecinta jazz tidak menganggap “Smooth Jazz” sebagai bentuk dari jazz, sering jadi pemimpin pasar yang merepresentasikan usaha untuk membajak gengsi dari terminologi dari golongan “jazz” untuk menjual apa yang dikenal bentuk muzak. Kritik yang lain terhadap “Smooth Jazz” yang sering menawarkan sesuatu yang mengalir begitu saja, suara yang safe dari Jazz yang ringan yang bertujuan menarik pendengar secara luas, bergaya mainstream, seringkali lebih white, tujuannya pendengar kelas menengah.

Konten lain yang dapat membuat “Smooth Jazz” diterima menjadi subgenre, mendebat pikiran sempit untuk mencoba merubahnya jazz ke bagian dari museum exhibisi, dan titik awal keberlanjutan serbuan lewat batas antara jazz dan R&B di abad 21.

Pengembangan yang populer sekarang adalah urban jazz, yang memasukkan aspek dari hip-hop. Gaya ini kurang diminati penggemar yang umumnya mendengarkan stasiun radio kontemporar yang memainkan musik campuran dari hip-hop dan R&B. Di antara musisi yang sering menampilkan urban jazz adalah Dave Koz, Boney James, Paul Jackson Jr., dan mantan pemain NBA yang berganti haluan menjadi pemain bas Wayman Tisdale.

Bentuk dari Smooth jazz sebagai format untuk radio berakar bentuk musik yang cantik, umumnya dimainkan 15-menitan perset (instrumental dengan satu atau dua vokalis per set). Intisarinya, saat ini Smooth jazz diradio tidak berbeda dari musik cantik tahun 60-an sampai 80-an

Smooth jazz umumnya menggambarkan genre musik yang memafatkan instrument (dan, secara bersamaan, improvisasi) secara tradisional berhubunga dengan jazz dan pengaruh gaya yang menarik banyak orang, dari banyak sumber seperti funk, popular dan R&B. Sejak akhir 1980-an, gaya ini menjadi begitu sukses terutama sebagai radio format, dan sering juga menjadi theme song station dimana mana di United States. Meskipun sering muncul dimana mana, ini menjadi sesuatu yang kurang menguntungkan bagi subgenre ini, umumnya bentuk jazz ini semata mata mempertimbangkan kemudahan rekaman dan komersialnya.

Smooth jazz yang dikenal saat ini muncul pertama dipertengahan dan akhir tahun 1970, pionernya Grover Washington, Jr., Spyro Gyra dan Pieces of a Dream, dengan pengaruh jazz fusion. Tidak seperti bentuknya, bagaimanapun, smooth jazz menjaga tekana pada melodi dan meninggalkan improvisasi.

Bagaimanapun akar genre ini dapat ditelusuri awalnya: diakhir 1960s perusahaan rekaman terkenal yang diproduseri Creed Taylor bekerjasama dengan guitaris Wes Montgomery menghasilkan 3 album yang terkenal (1967 A Day in the Life dan Down Here on the Ground dan 1968’s Road Song) berisi versi instrumental dari lagu pop seperti “Eleanor Rigby”, “I Say a Little Prayer” dan “Scarborough Fair”.

Berawal dari kesuksesan ini , Taylor mendirikan CTI Records. Banyak pertunjukan jazz berawal dari sini (termasuk Freddie Hubbard, Chet Baker, George Benson dand Stanley Turrentine) melalui mereka juga merilis albumnya dibawah bimbingan Taylor bertipe sesuai apa yang diinginkan penggemar jazz; kritikus Scott Yanow menulis “Taylor mendapatkan sukses besar denga menyeimbangkan artistik dengan kommersial”

Musik pop instrumental yang besar ditahun 1970an sering dikenal sebagai “contemporary” jazz / dan merefleksikan beberapa pengaruh dari musik fusion.

Artis yang berpengaruh saxophonists Grover Washington Jr. dan David Sanborn mengembangkan sesuatu yang lebih ringan pendekatan yang lebih funki dengan gaya bagi penggemar radio yang seringkali lebih mudah diterima dibanding fusion.

Chuck Mangione, John Klemmer, Earl Klugh, Spyro Gyra, dan George Benson masing masing mempunyai kesuksesan diradio pop. Hit Benson, “Breezin'”, diproduksi oleh Tommy LiPuma segera album ini menjadi landmark membuat contemporary jazz amat sangat diterima luas sekali dan laku jutaan keeping.

Era 70an adalah salah satu periode utama perubahan dalam jazz. Dimasa ini banyak album jazz terfokus pada penampilan live diklub. Musisi seperti Cannonball Adderley, John Coltrane, dan Horace Silver lebih memilih rekaman bernuansa klub untuk mendapatkan spontanitas dan kehebohan dari penampilan live sebelum tampil live.

Diakhir 1960s, Creed Taylor mulai membuat jazz “berkelas” dengan suasana dalam studio yang terkontrol. Setelah coba-coba yang tidak lama mengkreasikan suasana klub pendekatan Taylor merekam musisi jazz distudio dengan setting ketika mereka berimprovisasi. Melalui kombinasi artis jazz seperti guitarist George Benson dan pemain trompet Freddie Hubbard dengan arrangers Don Sebesky dan Bob James. Konsep Taylor terbukti sukses secara komersial.

Tahun 1982, Dave Grusin dan Larry Rosen meluncurkan GRP Records. Dengan background Grusin sebagai composer dan arranger serta ketertarikan Rosens pada pengembangan teknik perekaman. GRP menciptakan pendekatan pada produksi rekaman sama seperti studio rekaman milik Creed Taylor.

Di era 80an di era industri rekaman post-disco banyak label rekaman besar mengurangi daftar jazznya. Membuka kesempatan GRP untuk merangkul artis termasuk keyboardist Chick Corea dan guitarist Lee Ritenour.

Melalui kombinasi artis kontemporer jazz dengan digital recording teknologi GRP mengambil keuntungan besar karena diterima sebagai perusahaan rekaman pertama yang merekam diformat CD.

Terbuka untuk konsep yang menggabungkan elemen dari musik pop dengan jazz Grusin dan Rosen mendapatkan respon yang luar biasa atas gaya musik yang trendy dan sukses membawa rasa jazz ke masyarakat yang lebih luas. Vokalis Patti Austin, Angela Bofill, dan Diane Schuur akhirnya dikenal sebagai “GRP sound.”.

Ditahun 90an bentuk radio komersial muncul dibawah bendera atau format atau nama “smooth jazz” yang terus dan terus menampilkan banyak tampilan yang dikenal dengan kontemporari jazz. Ya seperti Star FM lah kira kira.

9. Cafjazz

Sumber :
1. http://id.wikipedia.org
2. http://www.informasikita.com/mengenal-jazz/41-news-mengenal-jazz

MENGENAL JAVA – Apa itu Objek

Dalam pemrograma berorientasi objek, objek adalah entitas dasar saat runtime. Pada saat kode program di eksekusi, objek berinteraksi satu sama lain tanpa harus mengetahui detil data atau kodenya. Interaksi antar objek ini dilakukan menggunakan suatu message. Objek memiliki suatu siklus hidup, yaitu diciptakan, dimanipulasi, dan dihancurkan.(Prasetyo, 2007)
Sekarang yang menjadi pertanyaanadalah bagaimana menciptakan objek, memeriksa tipe objek, dan menghapus objek? Berikut ini adalah penjelasannya :
Baca lebih lanjut

Graphical User Interface I – Component pada Teknologi JAVA Swing Tingkat Dasar Part II

Input User dengan JTextField

logo java

java

Assalamualaikum para sahabat, setelah pikir-pikir, nanggung juga kalo harus di bagi-bagi kayak gini, hmm.. tapi gimana lagi, saya juga masih belajar dan berhubung susah nyari waktu luangnya (*alias males hehe*) jadi yah sepotong-sepotong deh. Tapi justru itu lebih baik sih daripada sekaligus entar pusing yang ada mending separo-separo tapi ngeti, betul gak ??

Jadi setelah sebelumnya kita membahas apa itu GUI, apa itu SWING, dan bagaimana cara membuat text dengan JLabel, sekarang saya akan share gimana cara membuat komponen yang dapat digunakan untuk memasukkan data dari keyboard seperti password misalnya. Bagi yang belum mengikuti dari awal bisa baca dulu bagian pertama dari pembahasan ini.
Baca lebih lanjut

Graphical User Interface I – Component pada Teknologi JAVA Swing Tingkat Dasar Part I

Graphical User Interface I – Component pada Teknologi JAVA Swing Tingkat Dasar Part I

logo java

java

Assalamualaikum…

Rasa rasanya udah lama nih saya gak mengupdate ini blog, maklum kemarin lagi sibuk ngurusin skripsi, trus sidang trus revisi-revisi dan alhamdulillah lulus juga, jadi sarjana deh hehe, amienn..

Sebenernya saya udah pernah share tentang bahasa pemrograman JAVA waktu saya ngontrak mata kuliah PBO, nah pas saya nyari-nyari kerja ternyata programer JAVA emang banyak yang nyari, hemm tapi kok otak saya lelet banget yah? jadi sebenernya sih sekarang saya share di sini buat catatan saja biar kalo entar lupa trus gak bawa paririmbon yah tinggal buka nih blog, tapi selain itu saya harap juga tulisan ini bisa membantu buat temen-temen yang mau belajar JAVA juga, oh ya sebagain informasi, tulisan ini saya kutip dari modulnya ComLabs ITB, lumayan sih, tapi emang tidak dari awal, tapi yah lumayan lah.

OK kita langsung ajah perkenalan dulu yah …
Baca lebih lanjut

>Indahnya Sidang Skripsi

>

Setelah 18 Januari 2011 lalu program studi pendidikan ilmu komputer dan ilmu komputer FPMIPA UPI menyelnggarakan pra-sidang periode januari untuk para calon sarjana (ilmu komputer) S.Kom dan (Pendidikan ilmu komputer) S.Pd, kini kini 26 januari 2011 akhirnya terlaksana juga sidang skripsi untuk wisuda gelombang I april mendatang. Yah ternyata apa yang ditunggu setelah bertahun-tahun kuliah di ilkom akhirnya tercapai juga, ini adalah awal dari kahidupan yang sebenarnya, setelah kurang lebih 4 tahun menimba ilmu, setelah sidang dan ditetapkan sebagai sarjana maka kehidupan yang sebenarnya telah menanti.
Hmmm… suda dukanya sidang memang banyak sekali. katakanlah ini sebuah keberuntungan atau malah suatu derita adanya pra-sidang sebelum diadakannya sidang. Memang sih setelah dirasa-rasa ternyata prasidang lebih menakutkan daripada sidang, kenapa? karena di pra-sidang penguji benar-benar menguji kita, mulai dari judul skripsi yang kita ambil, mengapa mengambil itu? apa latar belakangnya? apa masalahnya? gimana hipotesisnya, kajian teoritis, studi literatur terkait dengan penelitian kita, metode penelitian yang digunakan, desain, pengolahan data, analisis data, pembahasan, kesimpulan, daftar pustaka ampe lampiran semuanay di pangkas habis-habisan.


Gejala alamiah menghadapi sidang memang mulai terasa semenjak bangun tidur, makan ga enak, bawaannya mules melulu, trus pas udah nyampe kampus juga pengennya pipis terus. Hemm benar-benar tegang dan penuh tanda tanya? “ntar penguji nanya apa ya?” atau “kenapa yah ko dia lama bener di dalam?” yah beribu pertanyaan mendatangi kita, sampai akhirnya giliran kita untuk majupun telah tiba waktunya, haha nah di sini kita harus tenang, jangan sampai konsentrasi kita buyar, jangan lupa nyalain laptop kita sebelum di panggil, nyantai sajah jangan buru-buru, tarik nafas dalam-dalam baca bismillah…
Presentasikan skripsi anda dengan terstruktrur dan terurut, jangan mengungkapkan kata-kata yang tidak ilmiah atau bikin dosen penguji merasa janggal karena nanti akan menjadi bahan pertanyaan, Jika dosen penguji mengajukan pertanyaan mengenai skripsi anda, jawablah dengan singkat, padat, jelas, dan tentunya secara ilmiah, reveresninya harus jelas, jangan asal menjawab, kalo bisa minimal anda bawa fotocopyan buku pegangan anda, sehingga alibi anda bisa dibuktikan, yah setidaknya walaupun pendapat anda dengan dosen penguji berbeda, anda mempunyai pegangan yang jelas sehingga dosen pengujipun dapat memakluminya.
Tereng….akhirnya saat-saat menegangkan bikin degdegan dan bercucuran keringat berakhir juga, kini anda keluar dari ruadngan prasidang dengan setumpuk revisi yang harus anda kerjakan.
Oke katakanlah prasidang sudah berakhir, pengalaman saya sih, jarak prasidang ke sidang cuma seminggu sehingga saya harus langsung menyiapkan persiapan buat sidang, kayak minta formulir pendaftaran sidang, minta transkrip nilai, kalau ada yang harus diperbaiki, segera perbaiki, tes toefl, di foto, dan tentunya revisi skripsi kita. Jika semuanya sudah dilakukan, upss… belum bisa nyantai, masih banyak yang harus dilakukan, nyari-nyari penguji dan pembimbing untuk menyetujui revisi kita, dan tentunya menyetujui surat rekomendasi untuk maju ke sidang.

Memang ini adalah mingu yang melelahkan, satu minggu terasa satu bulan, sibuk kesana kemari, cari dosen, ngejar-ngejar dosen ampe ke rumahnya segala, waduh pokonya pengalaman yang takan terlupakan. Sampai 1 hari menjelang sidang ternyata masih saja ada persyaratan yang harus diperbaiki, ada yang entry datanya salah, sks nya kurang, ada yang fotonya tidak memenuhi persyaratan, saking buru-buru akhirnya ngambil foto yang ada dan tidak sesuai persyaratan. Satu lagi yang harus dikerjakan, yah nyari-nyari temen yang mau dipinjemin jas buat sidang besok, akhirnya dapet juga, dan ada juga yang bikin menggelitik, semaleman menjelang sidang bukan mikirin gimana sidang besok eh malah mikirin gimana caranya pake dasi, hahaha lucu juga yah….

Akhirnya hari yang dinantipun tiba juga, deg degan dan rasa was-was bercampur jadi satu, dari jam 8 pagi semua mahasiswa yang akan sidang sudah menanti para dosen penguji. Hemmm…sialnya bagi saya, ternyara dosen pengujinya tidak menguji secara serempak. (maksudnya…??) yah gini gan, pertama yang masuk itu penguji 1 (katakanlah dosen A) semua peserta masuk dan ditanya apa hasil revisi, alhamdulillah bagi saya lancar karena sudah memenuhi permintaan beliau, yang lamanya cuma curhat, mamatahan ceuk basa sunda mah, yang ngasih saran gitu deh kalo udah jadi sarjana jangan sombong, dan jangan nganggur, jangan memalukan almamater. Setelah itu datang penguji 2 (katakanlah dosen B), kita semuai ngulang lagi dari awal untuk presentasi, untungnya beliau pembimbing saya jadinya cuma bentar karena yah namanya juga pembimbing jadi udah tau isi skripsi saya, nah ini nih yang boleh dibilang keberuntungan atau malah sebaliknya, penguji 3 ga dateng yang akhirnya diganti sama dosen lain dan wuihhh… tentu sajah mulai dari awal lagi, dan tereeeennngg…. dari halaman pertama ampe halaman akhir di kritik dan akhirnya keluar dari ruangan dengan muka malas gitu deh, mendung kayak mau ujan gede hahaha revisinya banyak banget, yah beda penguji beda lagi pendapat hemmm tapi tak apalah asalkan demi kebaikan kita juga toh…
Hehe ternyata perjuangan gak sampe di sini, masih deg-degan nunggu yudisium, apa yah hasilnya??
Nantikan sambungannya kawan hehehe mau yudisium dulu nih…