Menyongsong masa depan yang cerah (ilkom upi 2020)

logoIlmu komputer atau computer science atau kami lebih suka menyebutnya dengan “ilkom”, tapi bikan berarti “ilmu komunikasi” melainkan singkatan dari “ilmu komputer” yaitu sebuah program studi yang di Universitas Pendidikan Indonesia yang berada di sebuah kawasan yang sejuk yang merupakan jantung dari provinsi Jawa Barat yaitu Bandung. UPI adalah sebuah universitas negri yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama IKIP Bandung. Apabila mendengar kata “UPI” atau “IKIP” bayangan kita pasti terarah ke suatu profesi yang mana profesi itu sangat-sangat berharga dan memang sudah sepantasnya kita sebut sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”. Guru, di gugu dan di tiru, setiap orang atau siapapun yang bertanya kepada kita “De kuliahnya dimana?” atau “Neng kuliahnya dimana?” atau “Mas kuliahnya dimana?” dan kita jawab “di UPI bu” atau “di UPI pak” pasti mereka membalas “oh…mau jadi guru ya?”.
Memang benar UPI identik dengan guru, karena memang selama ini UPI sudah banyak menghasilkan SDM-SDM yang kompeten di bidang yang satu ini (guru) dan itu sudah bukan rahasia public lagi. Namun siapa sangka, UPI yang sekarang tidak seperti UPI yang dulu. Kawan – kawan seperjuangan di UPI suka ada yang bilang, UPI itu adalah Universitas Padahal Ikip yang memang karena dulunya IKIP dan lulusannya pasti jadi guru, kini tadak hanya membuka program studi atau jurusan yang hanya untuk menghasilkan lulusan yang jadi guru, salah satunya adalah program studi ilmu komputer, yang baru berdiri kurang lebih 4 tahun silam yaitu pada tahun 2005 merupakan program studi yang menghasilkan lulusan bertitel S.Pd dan S.Kom.
Sebenarnya bukan hanya ilkom tapi program studi lainpun yang ada di UPI rata-rata terbagi lagi menjadi 2 program studi yaitu program studi kependidikan dan program studi non-kependidikan.
Sebenarnya itu bukan berarti UPI membeda-bedakan, yang pendidikan harus jadi guru dan yang non-dik tidak boleh jadi guru, jodoh, pati, rizky setiap manusia sudah ada yang mengatur, dalam hitungan detik takdir seseorang biar berubah karena roda kehidupan slalu berputar, kadang kita di atas kadang kita di bawah. Jadi belum tentu yang program studi pendidikan jadi guru sementara program studi non-dik gak bisa jadi guru.
Kembali ke topik awal kita, yaitu ilkom. Pertama masuk ilkom pasti mahasiswanya merasa sangat bangga, betapa tidak, ilmu komputer merupakan masa depan yang cerah, lulusannya pasti di butuhkan di berbagai bidang, perusahaan perusahaan apapun akan membutuhkannya karena dunia IT (Teknologi Informasi) memang berkembang sangat pesat dan kita tidak dapat meghindari bahwa berbagai bidang pekerjaan membutuhkan IT. Namun jangan dulu terlalu girang, ini baru awal, karena diluaran sana masih banyak saingan kita, ada ITB dengan Teknik Informatika nya yang memang sangat terkenal di tanah air Indonesia ini, ada UI dengan Fakultas Ilmu Komputernya serta PTS – PTS yang tentunya ikut bersaing juga.
Lalu seperti apa sih ilkokm UPI itu? Ilkom upi berada di Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) dan memiliki gedung kuliah yang paling beda dari fakultas lainnya. Kenapa beda? Hal ini dikarenakan gedung FPMIPA yang terkenal dengan sebitan JICA adalah hasil dari kerjasama dengan Jepang, sampai-sampai di tengah-tengah gedung JICA ini di tanam sebuah kapsul sebagai tanda kerjasama Indonesia – Jepang, yah walaupun kita tahu bahwa Jepang pernah menjajah negeri kita selama 3,5 tahun.
Semua mahasiswa ilkom pasti sangat bangga waktu pertama kali masuk UPI, karena selain tempat kuliah yang nyaman, kita juga merupakan program studi yang perkembangannya memang sangat pesat. Hal itu terbukti dengan meningkatnya jumlah peminat calon mahasiswa yang memilih ilkom sehingga ilkom UPI menjadi salah satu jurusan/ program studi paforit. Namun pada kenyataanya banyak juga yang merasa kecewa. Banyak mahasiswa yang merasa jadi anak ilkom itu di “anak tiri” kan oleh UPI, hal itu terbukti dengan di alihkannya atau secara kasarnya di tending sedikit demi sedikit dari JICA, pertama ilkom kuliahnya dialihkan ke gedung Perpus yang menyatu dengan U-net. Selain itu dari segi fasilitas juga belum memadai, hal itu terbukti dengan masih minimnya lab komputer untuk praktikum. Setelah di perpus kini ilkom di tending lagi ke gedung FPOK lama yang sekarang berubah jadi GIK yaitu Gedung Ilmu Komputer.
Fasilitas memang ada kemajuan, terbukti dengan adanya tambahan lab, yang dulu hany ada satu lab, sekarang ada lab basdat, lab pemrograman, lab jaringan dan lab-lab lain yang siap menyusul. Hal pertama yang dirasakan waktu di tending ke GIK sangat menyakitkan, ilkom yang seharusnya dan sewajarnya mendapatkan fasilitas berbasiskan TIK malah mendapatkan gedung kumuh, bahkan saat kuliahpun harus berebutan projector sampe-sampe kuliah gak jadi gara-gara tidak ada projector. Mengkhawatirkan sangat memang kondisi seperti ini, tapi kita sebagai mahasiswa ilkom jangan putus asa, justru dengan fasilitas yang minim sperti ini harus menjadi pemicu diri kita untuk lebih bersemangat lagi dan membuktikan pada dunia bahwa kita memang layak untuk diperthitungkan keberasaanya di UPI ini.
Seperti apa sih ilkom di tahun 2020 mendatang, waktu yang cukup lama untuk mengubah segalanya, ingat “roda kehidupan terus berputar, kadang kita di bawah, kadang kita di atas” mungkin sekarang ilkom sedang ada di bawah, tapi tidak menutup kemungkinan dalam hitungan detik ilkom bisa berada di atas, dan jangan lupa kalau sudah di atas jangan seperti “kacang lupa pada kulitnya”. Kita harus tahu siapa kita, darimana asal kita. Bersikap bijaklah dan terus menggali ilmu. Belajar tidak hanya di kelas, tidak hanya di lab, tidak hanya di kampus UPI ini, dimanapun dan kapanpun bisa belajar, terlebih dengan perkembangan teknologi saat ini hal-hal yang dulu kita piker itu hanya imajinasi bisa menjadi kenyataan.
Berbicara tentang imajinasi yang bisa menjadi kenyataan, kenapa tidak jika kita sebagai mahasiswa ilkom berpikir sejenak untuk berimajinasi seperti apa sih ilkom UPI di tahun 2020. Layaknya di film-film, misalnya Robocop, atau film tentang masa depan yang dulu mungkin terasa aneh, tapi justru dengan imajinasi seperti itu masa depan yang seperti sekarang bisa terwujud. Pada zaman dulu manusia berimajinasi bisa terbang seperti burung, dahulu mungkin semua manusia berpikir itu hal yang tidak mungkin, karena kita sebagai manusia tidak dikaruniai sayap seperi burung, mamun kita jangan kalah sama burung, ingat kita msaih punya “otak”, kita berimajinasi dan sekarang apa yang terjadi? Manusia bisa terbang, manusia bisa menciptakan mesin terbang yang disebut “pesawat terbang”.
Begitu juga dengan ilkom, kita bisa berimajinasi sepuasnya, siapa tahu jadi kenyataan. Bila anda disuruh untuk berimajinasi tentang ilkom pasti hal yang pertama anda pikirkan adalah kecanggihan tekonogi, yup…itu pasti karena ilkom memang wajib a’in untuk mengenal teknologi, ilkom itu bukan hanya mempelajari teknologi komputer, tapi semua teknologi harus kita pelajari. Perkembangan teknologi yang setiap saat terus berkembang menjadikan setiap mahasiswa ilkom harus rajin mengupdate pengetahuan dan skilnya.
Menurut saya ilkom di tahun 2020 nanti dapat kita lihat dari dua sudut pandang, yaitu SDM(mahasiswa,dosen) dan fasilitas.
Dari segi SDM tentunya ilkom upi akan didukung oleh dosen-dosen yang berkualitas sehingga menghasilkan lulusan-lulusan yang berkualitas pula dan pada akhirnya kita terakreditasi A, serta semua mengenal ilkom UPI tidak hanya di Indonesia, tapi sampai Asia Atenggara, Asia, Eropa, Afrika, Amerika dan semua Dunia mengenal ilkom UPI. Selain terkenal lulusannya juga tidak diragukan dan banyak dicari.
Kemudian yang kedua adalah dari sudut pandang fasilitas yaitu mulai dari kelas tempat kuliah, lab, gedung ilkom, dan sarana prasarana yang ada tentunya sesuai dengan perkembangan zaman. Kita tidak dapat menghindari bahwasannya teknologi it terus berkembang denga pesat, mungkin di tahun 2020 laptop akan menjadi komputer kuno, mungkin di tahun 2020 komputer sudah semakin canggih, bentuknyapun bisa lebih kecil dari komputer yang paling kecil pada saat ini dan lebih canggih dari yang tercanggih sat ini, mungkin monitor LCD dan Touchscreen sudah dibilang kuno oada saat itu.
Pernahkan kita menonton film yang menceritakan kehidupan di masa depan, yang mana otak manusia bisa dijadikan harddisk, komputer sudah tidak seperti komputer yang ada pada saat ini, mobil sudah tidak memerlukan roda lagi, dan untuk pergi ke suatu tempat cukup dengan mengedipkan mata. Iya seperti itulah imajinasi di film-film Hollywood, tapi jangan salah imajinasi seperti itu bisa terwujud kelak di masa depan.
Mungkin dengan kecanggihan teknologi seperti itu nanti kita tidak perlu belajar di kelas bertatap muka, tapi bisa dilakukan secara virtual, secara online [sekarangpun hal itu sudah dilakukan di Negara-negara maju, tapi Indonesia sedikit tertinggal] dan berbagai kemungkinan lain yang bisa terjadi dim as depan.
Yang pasti di tahun 2020 nanti ilmu komputer UPI harus lebih baik dari sekarang, namanya harus lebih harum dari sekarang, kualitas-kualitas lulusannya tidak diragukan lagi harus lebih baik dari sekarang dan ilkom UPI menjadi nomor 1, bukan hanya di Bandungm bukan hanya di Indonesia, bukan hanya di Asis tapi di dunia. Maju terus ilkom UPI, kamu pasti bisa, tunjukan pada dunia bahwa kita bisa menjadi yang terbaik dari yang paling baik.Amien….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s